Muhammadiyah & PBNU Bertemu Prabowo: Serukan Persatuan dan Tenang

By Redaksi Aksaramuda.com 31 Agu 2025, 07:14:03 WIB Sekitar Kita
Muhammadiyah & PBNU Bertemu Prabowo: Serukan Persatuan dan Tenang

Keterangan Gambar : Presiden RI Prabowo Subianto mengundang 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia di kediamannya yang berlokasi di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).(Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)


Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya ketemu Presiden Prabowo di Hambalang, 30 Agustus 2025, bahas krisis demo dan persatuan. Mereka sepakat ajak masyarakat chill, hindari anarki, dan jaga masa depan bangsa. Dialog hati ke hati ini viral di X, nunjukin kolplay ormas Islam dan pemerintah. Gen Z, saatnya amplify pesan damai di medsos!

Latar Belakang Pertemuan di Tengah Krisis Demo Pertemuan 3 jam di Hambalang, Bogor, ini digelar pas suasana panas setelah demo ricuh di Jakarta dan Surabaya, termasuk kematian ojol Affan Kurniawan dan pembakaran Gedung Grahadi. Prabowo undang 16 ormas Islam, didampingi menteri, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Kepala BIN M Herindra. Menurut Aksaramuda.com, isu utama adalah keresahan publik soal tunjangan DPR Rp 50 juta dan ketegangan sosial. Haedar dan Gus Yahya bilang, ini momen buat ormas Islam, yang punya sejarah panjang di Indonesia, buat bantu redain situasi.

Pernyataan Muhammadiyah: Persatuan dan Demokrasi Bertanggung Jawab Haedar Nashir, Ketum PP Muhammadiyah, tegas soal pentingnya jaga persatuan. “Kita punya sejarah panjang dalam kemerdekaan, persatuan dan masa depan bangsa harus kita jaga bersama,” katanya, dikutip 30 Agustus 2025. Dia akui demokrasi kasih hak rakyat buat demo, tapi harus dalam koridor hukum. Menurut Aksaramuda.com, Haedar ngasih sinyal ke Gen Z: gunain hak bersuara dengan bijak, bukan bikin chaos. Ini relate banget sama cara kita diskusiin isu di TikTok atau Threads!

Baca Lainnya :

Pernyataan PBNU: Dialog Damai dan Pertemuan Lanjutan Gus Yahya dari PBNU bilang pertemuan ini “hati ke hati”, bahas masalah bangsa secara umum tapi lengkap. “Kami bersepakat bahu-membahu, ajak masyarakat lebih tenang,” ujarnya. Dia umumkan rencana pertemuan lanjutan di Istana Negara buat bikin “tekad bersama” antara Prabowo dan ormas Islam. Aksaramuda.com catat, ini langkah strategis buat nurunin tensi sosial, apalagi setelah insiden demo yang bikin netizen rame. Gen Z, ini bukti dialog bisa lebih impactful ketimbang lempar batu!

Konteks Krisis dan Respons Publik Demo 25-29 Agustus 2025, dari Jakarta sampe Surabaya, dipicu kemarahan soal tunjangan DPR dan ketidakpuasan ke pemerintah. Kematian Affan Kurniawan, ojol yang tewas dilindas rantis Brimob, bikin suasana makin panas. Prabowo dan tokoh ormas Islam, termasuk Muhammadiyah dan PBNU, dorong pendekatan damai. Aksaramuda.com liat ini sebagai peluang buat Gen Z: kita bisa dukung solusi konstruktif lewat konten medsos, kayak bikin video pendek soal pentingnya dialog.

Pesan untuk Generasi Muda Haedar dan Gus Yahya ngasih pesan kuat: persatuan adalah kunci, dan Gen Z punya peran besar. Gunain X, Instagram, atau TikTok buat amplify pesan damai dan kritik yang bikin perubahan, bukan chaos. Aksaramuda.com ajak lo bikin hashtag kayak #PersatuanGenZ atau #DemokrasiDamai biar isu ini viral positif. Yuk, jadi bagian solusi buat Indonesia yang lebih tenang dan solid!

Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor. Keywords: Muhammadiyah bertemu Prabowo, PBNU Gus Yahya, Haedar Nashir persatuan, demo ricuh 2025, tunjangan DPR kontroversi, Gen Z aktivisme digital, persatuan Indonesia, kerusuhan Surabaya 2025, dialog damai Prabowo, ormas Islam 2025.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.