- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Buntut Ucapan (Tolol) atau Rotasi Biasa?

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/3/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Lagi asyik scroll X, tiba-tiba ramai kabar Ahmad Sahroni, si “Crazy Rich Tanjung Priok”, dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Drama ini meledak 29 Agustus 2025, setelah Partai NasDem mutasi Sahroni jadi anggota biasa di Komisi I DPR. Pemicunya? Banyak yang curiga karena ucapannya yang nyebut “orang tolol sedunia” soal wacana bubar DPR, tapi NasDem ngotot ini cuma “rotasi rutin”. Dari statement kontroversial sampe sorotan publik, ini berita panas yang relate sama kita yang peduli transparansi politik. Mari kita breakdown biar clear, dari kronologi sampe dampaknya, biar Gen Z nggak ketinggalan fakta!
Kronologi Pencopotan Sahroni: Rotasi atau Hukuman Terselubung? Jumat, 29 Agustus 2025, Fraksi NasDem DPR resmi mengganti Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III (bidang hukum, HAM, dan keamanan) jadi anggota Komisi I (bidang pertahanan, luar negeri, dan intelijen). Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor F.NasDem/758/DPR-RI/VIII/2025, ditandatangani Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat dan Sahroni sendiri sebagai Sekretaris Fraksi. Posisi Sahroni digantikan Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya anggota Komisi IV. Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim buru-buru klarifikasi ke Kompas.com: “Rotasi rutin, bukan pencopotan, cuma penyegaran.” Tapi, publik nggak gampang percaya. Menurut Aksaramuda.com, timing-nya yang pas setelah demo besar-besaran dan kontroversi Sahroni bikin spekulasi bahwa ini lebih彼此
Ucapan “Tolol” yang Jadi Bumerang Rewind ke 22 Agustus 2025, saat Sahroni ngomong di Polda Sumut: “Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia.” Ucapan ini respons terhadap kritik publik soal gaji DPR sampai Rp230 juta per bulan, yang dianggap nggak sebanding sama kinerja. Netizen di X langsung ngamuk, apalagi di tengah kekecewaan ekonomi rakyat. Sahroni coba klarifikasi pada 26 Agustus: “Bukan masyarakat yang gue bilang tolol, tapi logika berpikir yang anggap DPR bisa dibubarin cuma gara-gara gaji.” Tapi, damage done. Postingan di X dengan tagar #BubarkanDPR dan #SahroniTolol viral, apalagi pas demo 25-28 Agustus 2025 yang berujung tragis dengan kematian ojol Affan Kurniawan. Gen Z, ini relate bang वै
Baca Lainnya :
- ACAB & 1312 Viral di Medsos, Rakyat Ngamuk Tuntut Keadilan Ojol Affan, Apa Artinya?0
- Demo Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Media Asing Sebut Puncak Kekecewaan Politik & Ekonomi0
- BEM UI & BEM SI Demo di Polda Metro Jaya Soal Brimob Lindas Ojol0
- Tangis Pilu Ibunda Affan, Ojol Tewas Terlindas Brimob: Anak Saya Sudah Enggak Ada, Pak0
- Pernyataan Lengkap Kapolri Atas Tragedi Ojol Dilindas Rantis Brimob hingga Tewas0
System: Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR: Buntut Ucapan “Tolol” atau Rotasi Biasa? Gen Z, Ini Fakta-faktanya! Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Lagi asyik scroll X, tiba-tiba ramai kabar Ahmad Sahroni, si “Crazy Rich Tanjung Priok”, dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Drama ini meledak 29 Agustus 2025, setelah Partai NasDem mutasi Sahroni jadi anggota biasa di Komisi I DPR. Pemicunya? Banyak yang curiga karena ucapannya yang nyebut “orang tolol sedunia” soal wacana bubar DPR, tapi NasDem ngotot ini cuma “rotasi rutin”. Dari statement kontroversial sampe sorotan publik, ini berita panas yang relate sama kita yang peduli transparansi politik. Mari kita breakdown biar clear, dari kronologi sampe dampaknya, biar Gen Z nggak ketinggalan fakta!
Kronologi Pencopotan Sahroni: Rotasi atau Hukuman Terselubung? Jumat, 29 Agustus 2025, Fraksi NasDem DPR resmi mengganti Ahmad Sahroni dari Wakil Ketua Komisi III (bidang hukum, HAM, dan keamanan) jadi anggota Komisi I (bidang pertahanan, luar negeri, dan intelijen). Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor F.NasDem/758/DPR-RI/VIII/2025, ditandatangani Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat dan Sahroni sendiri sebagai Sekretaris Fraksi. Posisi Sahroni digantikan Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya anggota Komisi IV. Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, buru-buru klarifikasi ke Kompas.com: “Rotasi rutin, bukan pencopotan, cuma penyegaran.” Tapi, publik nggak gampang percaya. Menurut Aksaramuda.com, timing-nya yang pas setelah demo besar-besaran dan kontroversi Sahroni bikin spekulasi bahwa ini lebih dari sekadar “penyegaran”.
Ucapan “Tolol” yang Jadi Bumerang Rewind ke 22 Agustus 2025, saat Sahroni ngomong di Polda Sumut: “Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia.” Ucapan ini respons terhadap kritik publik soal gaji DPR sampai Rp230 juta per bulan, yang dianggap nggak sebanding sama kinerja, plus kenaikan tunjangan di tengah ekonomi sulit. Netizen di X langsung ngamuk, apalagi pas demo 25-28 Agustus 2025 yang berujung tragis dengan kematian ojol Affan Kurniawan. Sahroni coba klarifikasi pada 26 Agustus: “Bukan masyarakat yang gue bilang tolol, tapi logika berpikir yang anggap DPR bisa dibubarin cuma gara-gaji.” Tapi, damage done. Postingan di X dengan tagar #BubarkanDPR dan #SahroniTolol viral, bikin Sahroni jadi sasaran kemarahan. Gen Z, ini relate banget sama kita yang muak sama narasi yang ngerendahin rakyat!
Profil Ahmad Sahroni: Dari Crazy Rich ke Politisi Kontroversial Ahmad Sahroni, lahir 8 Agustus 1977 di Tanjung Priok, Jakarta, bukan nama baru. Dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok”, dia punya kekayaan Rp328 miliar (LHKPN 2024), dari bisnis bahan bakar minyak dan properti. Pendidikannya? S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa (2009), S2 Stikom InterStudi (2020), dan doktor ilmu hukum Universitas Borobudur (2024). Sejak gabung NasDem di 2013, dia jadi anggota DPR dari DKI Jakarta III sejak 2014, dan Wakil Ketua Komisi III (2019-2024). Selain politik, dia presiden Brotherhood Club Indonesia dan Ketua Ferrari Owners Club Indonesia, plus Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (2023-2028). Tapi, ucapan “tolol” dan komentar kontroversial sebelumnya, kayak soal penyerangan TNI di Deli Serdang (2024) yang nyalahin warga, bikin dia sering disorot.
Respons Publik dan Demo yang Mengguncang Ucapan Sahroni memicu demo besar 25-29 Agustus 2025, yang puncaknya kematian Affan Kurniawan, ojol yang dilindas rantis Brimob. Massa, termasuk mahasiswa dan driver ojol, cari Sahroni di DPR, bareng nama lain kayak Uya Kuya dan Eko Patrio. Media sosial, terutama X, jadi medan perang opini, dengan netizen ngeblast Sahroni atas sikap yang dianggap arogan. Eks Wakapolri Oegroseno bilang, “Saya sakit hati, masyarakat disebut tolol, saya juga termasuk.” Mahasiswa GMNI juga kecam ucapan Sahroni, sebut kritik rakyat justru konstruktif berdasarkan data Polmetrik Analytics (19-25 Agustus 2025). Meski Sahroni apresiasi demo damai 25 Agustus sambil “ngumpet-ngumpet”, reputasinya udah telanjur kena imbas.
NasDem: Penyegaran atau Alasan Politik? Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, bilang rotasi ini buat “perkuat kinerja fraksi” dan wujudin “politik restorasi” yang responsif. Tapi, banyak yang nggak yakin. Demo besar, tekanan publik, dan kemarahan atas kematian Affan bikin orang curiga ini hukuman terselubung. Sahroni sendiri tolak tantangan debat dari influencer muda Salsa Erwina Hutagalung, yang viral ngajak diskusi soal ucapannya. Dengan posisi barunya di Komisi I, Sahroni bakal fokus ke isu pertahanan, luar negeri, dan intelijen, kayak kasus kematian Prada Lucky atau konflik Palestina-Israel. Tapi, pertanyaan tetap: ini beneran rotasi biasa atau respons atas blundernya?
Pesan buat Gen Z: Suara Kita Penting! Drama Sahroni ini bukan cuma soal politik, tapi pelajaran buat kita: kata-kata pejabat punya dampak besar. Gen Z, kita yang aktif di X dan platform lain punya power buat amplify isu kayak transparansi dan akuntabilitas DPR. Tragedi Affan dan kontroversi Sahroni nunjukin pentingnya kritik konstruktif, bukan narasi yang ngerendahin rakyat. Menurut Aksaramuda.com, ini momen buat kita stay woke, bikin konten yang educate, dan dorong perubahan sistemik. Yuk, keep pushing biar suara generasi kita didenger dan bikin impact nyata!
Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor. Keywords: Ahmad Sahroni dicopot, ucapan tolol sedunia, rotasi NasDem 2025, demo DPR 2025, kematian ojol Affan, Crazy Rich Tanjung Priok, Komisi III DPR, transparansi politik Indonesia, Gen Z suara politik, tagar BubarkanDPR










