Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua

By Redaksi Aksaramuda.com 12 Des 2025, 20:55:46 WIB Komunitas
Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua

Keterangan Gambar : Kebersamaan para ibu dalam pengajian bulanan menjadi ruang belajar sekaligus ruang kreatif bagi perempuan di Desa Randuboto


Ditulis Oleh: Maya Hafshoh Nur Rohmatul Haq

SIDAYU, 13 Desember 2025 - Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah terus meneguhkan komitmennya  terhadap pemberdayaan perempuan Indonesia memasuki abad kedua gerakannya. Tidak hanya

Baca Lainnya :

menekankan aspek keagamaan, Aisyiyah juga mendorong penguatan kapasitas sosial dan ekonomi perempuan melalui berbagai program yang relevan dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata dari konsistensi tersebut tampak pada kegiatan rutin Aisyiyah Cabang Sidayu yang berlangsung di Desa Randuboto.

Setiap Jumat pada minggu kedua setiap bulan, Aisyiyah Cabang Sidayu menyelenggarakan pengajian yang diintegrasikan dengan kegiatan penampilan dan pembinaan keterampilan pembuatan produk makanan olahan. Model kegiatan ini memungkinkan terciptanya ruang pembelajaran komprehensif yang mempertemukan aspek spiritual, kreativitas, dan produktivitas perempuan.

Seorang pengurus Aisyiyah Cabang Sidayu menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi anggota. “Pengajian ini tidak hanya menjadi forum peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga kami maksudkan sebagai sarana pemberdayaan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian perempuan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pembinaan seperti ini penting untuk memberikan perempuan kesempatan mengembangkan potensi diri dalam konteks keluarga dan masyarakat.

Peserta kegiatan tidak hanya mendapatkan materi keagamaan yang menguatkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis melalui penampilan produk hasil kreativitas anggota. Integrasi antara kajian keagamaan dan penguatan keterampilan ini menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan aplikatif.

Menurut salah satu kader Aisyiyah ranting Randuboto, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat jaringan sosial antar perempuan. “Melalui kegiatan ini, para anggota dapat saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun keberanian untuk mencoba usaha skala kecil,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan rutin semacam ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian perempuan desa.

Gerakan pemberdayaan yang dilakukan Aisyiyah ini mencerminkan nilai fundamental organisasi yang menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Di Desa Randuboto, kegiatan pengajian yang dipadukan dengan presentasi produk makanan olahan menjadi strategi pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sekaligus relevan dengan dinamika sosial masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu harus berangkat dari program berskala besar. Justru kegiatan yang terus dilakukan secara konsisten dan terstruktur dapat melahirkan dampak nyata yang menguatkan posisi perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Memasuki abad kedua gerakannya, Aisyiyah terus memperlihatkan dedikasi untuk menghadirkan pendidikan, penguatan kapasitas, dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan Indonesia. Kiprah Aisyiyah Cabang Sidayu di Desa Randuboto menjadi contoh bahwa perempuan, ketika diberi ruang dan kesempatan untuk bertumbuh, mampu memainkan peran strategis dalam mendorong kemajuan sosial.

Sebagaimana disampaikan oleh seorang peserta pengajian, “Kegiatan ini memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga membuka peluang bagi kami untuk mengembangkan kemampuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.” Pernyataan tersebut menjadi cerminan bahwa gerakan Aisyiyah terus relevan dan signifikan dalam mendukung pemberdayaan perempuan di abad modern ini.

Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor.


KeywordsAisyiyah, pemberdayaan perempuan, pengajian, keterampilan, produk makanan olahan, komunitas perempuan, kemandirian, desa Randuboto, pemberdayaan ekonomi, kapasitas sosial perempuan, perempuan sebagai agen perubahan, penguatan spiritual, jaringan sosial perempuan, kegiatan rutin Aisyiyah, pemberdayaan berbasis lokal.

 

 slot gacor

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.