- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua

Keterangan Gambar : Kebersamaan para ibu dalam pengajian bulanan menjadi ruang belajar sekaligus ruang kreatif bagi perempuan di Desa Randuboto
Ditulis Oleh:
Maya Hafshoh Nur Rohmatul Haq
SIDAYU, 13
Desember 2025 - Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah
terus meneguhkan komitmennya terhadap pemberdayaan
perempuan Indonesia memasuki abad kedua gerakannya. Tidak hanya
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Akuntansi UMG Ajak Anak SD Roomo Berkreasi dan Belajar Wirausaha0
- Mahasiswa KKN 29 Tematik UMG Adakan Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Desa Roomo0
menekankan
aspek keagamaan, Aisyiyah juga mendorong penguatan kapasitas sosial dan ekonomi
perempuan melalui berbagai program yang relevan dan berkelanjutan. Salah satu
bentuk nyata dari konsistensi tersebut tampak pada kegiatan rutin Aisyiyah
Cabang Sidayu yang berlangsung di Desa Randuboto.
Setiap Jumat pada minggu kedua setiap
bulan, Aisyiyah Cabang Sidayu menyelenggarakan pengajian yang diintegrasikan
dengan kegiatan penampilan dan pembinaan keterampilan pembuatan produk makanan
olahan. Model kegiatan ini memungkinkan terciptanya ruang pembelajaran
komprehensif yang mempertemukan aspek spiritual, kreativitas, dan produktivitas
perempuan.
Seorang pengurus Aisyiyah Cabang
Sidayu menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat
berkelanjutan bagi anggota. “Pengajian ini tidak hanya menjadi forum
peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga kami maksudkan sebagai sarana pemberdayaan
keterampilan yang dapat mendukung kemandirian perempuan,” ujarnya. Ia
menjelaskan bahwa pembinaan seperti ini penting untuk memberikan perempuan
kesempatan mengembangkan potensi diri dalam konteks keluarga dan masyarakat.
Peserta kegiatan tidak hanya
mendapatkan materi keagamaan yang menguatkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga
memperoleh pengalaman praktis melalui penampilan produk hasil kreativitas
anggota. Integrasi antara kajian keagamaan dan penguatan keterampilan ini
menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan aplikatif.
Menurut salah satu kader Aisyiyah
ranting Randuboto, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat jaringan sosial antar
perempuan. “Melalui kegiatan ini, para anggota dapat saling bertukar
pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun keberanian untuk mencoba usaha
skala kecil,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan rutin semacam ini
memiliki dampak positif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian
perempuan desa.
Gerakan pemberdayaan yang dilakukan
Aisyiyah ini mencerminkan nilai fundamental organisasi yang menempatkan
perempuan sebagai agen perubahan. Di Desa Randuboto, kegiatan pengajian yang
dipadukan dengan presentasi produk makanan olahan menjadi strategi pemberdayaan
yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sekaligus relevan dengan dinamika sosial
masyarakat.
Pendekatan yang dilakukan menunjukkan
bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu harus berangkat dari program berskala
besar. Justru kegiatan yang terus dilakukan secara konsisten dan terstruktur
dapat melahirkan dampak nyata yang menguatkan posisi perempuan dalam kehidupan
keluarga maupun masyarakat.
Memasuki abad kedua gerakannya,
Aisyiyah terus memperlihatkan dedikasi untuk menghadirkan pendidikan, penguatan
kapasitas, dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan Indonesia. Kiprah Aisyiyah
Cabang Sidayu di Desa Randuboto menjadi contoh bahwa perempuan, ketika diberi
ruang dan kesempatan untuk bertumbuh, mampu memainkan peran strategis dalam
mendorong kemajuan sosial.
Sebagaimana disampaikan oleh seorang
peserta pengajian, “Kegiatan ini memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat
spiritual, tetapi juga membuka peluang bagi kami untuk mengembangkan kemampuan
yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.” Pernyataan tersebut menjadi
cerminan bahwa gerakan Aisyiyah terus relevan dan signifikan dalam mendukung
pemberdayaan perempuan di abad modern ini.
Sumber:
Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor.
Keywords: Aisyiyah, pemberdayaan perempuan,
pengajian, keterampilan, produk makanan olahan, komunitas perempuan,
kemandirian, desa Randuboto, pemberdayaan ekonomi, kapasitas sosial perempuan,
perempuan sebagai agen perubahan, penguatan spiritual, jaringan sosial perempuan,
kegiatan rutin Aisyiyah, pemberdayaan berbasis lokal.









