- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Gedung Grahadi Surabaya Dibakar Massa! Ruang Kerja Wagub Emil Hangus, Barang Dirampok

Keterangan Gambar : Gedung Grahadi di Surabaya, Jawa Timur, dibakar massa, Sabtu (30/8/2025).(KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)
Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Bayangin lagi chill malam-malam, eh tiba-tiba gedung ikonik Surabaya jadi sasaran amuk massa. Gedung Grahadi dibakar habis, ruang kerja Wagub Emil Dardak ludes, barang-barang dirampok – ini bukan prank TikTok, tapi real protes tuntut keadilan yang eskalasi jadi anarki. Di era digital kita, isu ini nunjukin gimana tuntutan rakyat bisa meledak kalau nggak ditangani cepat. Aksaramuda.com spill detailnya biar lo paham root cause-nya, dari awal kerusuhan sampe respons pejabat. Mari kita breakdown jelas, supaya lo bisa diskusiin di group chat atau IG story!
Latar Belakang Kerusuhan yang Bikin Situasi Panas
Kerusuhan ini dimulai Jumat, 29 Agustus 2025, saat polisi tangkap beberapa warga Jawa Timur di Polrestabes Surabaya. Massa, yang mayoritas rekan tahanan itu, kumpul tuntut pembebasan. Mereka bilang tahanan adalah orang-orang biasa yang kerja keras dan kontribusi positif buat pembangunan Jatim. Menurut Aksaramuda.com, ini jadi contoh gimana isu penahanan bisa jadi trigger besar, terutama di kalangan muda yang lagi fight for justice lewat medsos. Malam Sabtu, 30 Agustus 2025, situasi makin tegang di depan Polrestabes, lalu pindah ke Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Kronologi Pembakaran yang Eskalasi Cepat
Baca Lainnya :
- Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Buntut Ucapan (Tolol) atau Rotasi Biasa? 0
- ACAB & 1312 Viral di Medsos, Rakyat Ngamuk Tuntut Keadilan Ojol Affan, Apa Artinya?0
- Demo Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Media Asing Sebut Puncak Kekecewaan Politik & Ekonomi0
- BEM UI & BEM SI Demo di Polda Metro Jaya Soal Brimob Lindas Ojol0
- Tangis Pilu Ibunda Affan, Ojol Tewas Terlindas Brimob: Anak Saya Sudah Enggak Ada, Pak0
Drama puncak terjadi pukul 21:30 WIB, Sabtu malam. Massa mulai lempar benda keras ke gedung, paksa masuk dari sisi barat, dan langsung rampok barang-barang. Ruang wartawan dirampok dulu – komputer dan peralatan lenyap – sebelum dibakar. Api cepat merembet ke ruang kerja Wakil Gubernur Emil Dardak yang tepat di belakang ruang wartawan. Gen Z, bayangin chaos ini: massa marah karena tuntutan nggak langsung dipenuhi, jadi gedung bersejarah yang biasa jadi spot foto aesthetic lo, sekarang jadi puing hitam. Ini mirip scene distopia di film, tapi real di Indonesia 2025! Kerusakan Parah yang Bikin Nyesek Ruang kerja Wagub Emil Dardak hangus total, termasuk semua dokumen dan furnitur di dalamnya. Ruang wartawan juga ludes, dengan barang-barang seperti komputer udah dirampok massa sebelum api dinyalain. Gedung Grahadi, ikon Surabaya yang biasa jadi tempat resmi, sekarang rusak berat. Aksaramuda.com catat, ini nggak cuma kerugian materi, tapi juga simbol kegagalan komunikasi antara pemerintah dan rakyat – isu yang sering lo bahas di Twitter atau Threads soal transparansi. Respons Pejabat
Koordinasi dan Pemadaman Api Sebelum pembakaran, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketemu massa. Khofifah janji koordinasi dengan Polrestabes Surabaya buat bebaskan tahanan malam itu juga. "Sekarang masih di Polrestabes Surabaya, dibebaskan malam ini. Bisa bertelfon dengan Pak Kapolda, karena tadi siang sudah ada dua yang dibebaskan. Jadi kita akan koordinasi ke Poltabes," kata Khofifah seperti dikutip Antara. Dua tahanan emang udah dibebaskan siang harinya. Pas api nyala, pemadam kebakaran langsung masuk lewat pintu belakang Gedung Negara Grahadi buat padamin. Tapi, kerusuhan mirip juga terjadi di Solo, nunjukin isu ini nggak lokal doang. Dampak dan Pesan Buat Generasi Muda Kisah ini jadi wake-up call buat Gen Z
Protes boleh, tapi kalau eskalasi jadi kekerasan, malah bikin gerakan kita dicap negatif. Aksaramuda.com ingetin, di era kita yang penuh aktivisme digital, tuntut keadilan lewat cara damai bisa lebih impactful – seperti petisi online atau viralin isu. Ini juga sorotin pentingnya dialog cepat dari pejabat biar nggak jadi chaos. Pantau terus update-nya, Gen Z, biar suara lo ikut bikin perubahan positif di politik Indonesia! Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor.
Keywords: Gedung Grahadi dibakar massa, kerusuhan Surabaya 2025, ruang kerja Wagub Emil Dardak hangus, barang dirampok Gedung Grahadi, Gubernur Khofifah respons, tuntutan pembebasan tahanan Jatim, Pangdam V Brawijaya, kebakaran Gedung Grahadi, isu demokrasi Gen Z Indonesia, kerusuhan Polrestabes Surabaya.










