- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Tragedi Demo Ricuh: 2 Driver Grab Tewas, 3 Luka Parah!

Keterangan Gambar : ratusan pengemudi ojek online (ojol) duduk rapat. Jaket hijau, kuning, dan oranye tampak bercampur, menandakan mereka berasal dari beragam aplikasi mulai dari Gojek, Grab, Maxim, hingga Shopee Food(Pandawa Borniat/kompas.com)
Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Bayangin lagi asyik nge-ride sambil scroll TikTok, eh tiba-tiba dapet notif berita soal driver Grab yang jadi korban demo brutal. Lima pengemudi Grab Indonesia kena imbas aksi demonstrasi yang berantakan sejak akhir Agustus 2025, dua di antaranya tewas tragis. Ini bukan sekadar berita biasa, tapi reminder buat kita yang lagi fight for change lewat medsos – aksi nyata di jalan bisa berbahaya banget kalau nggak aman. Dari Jakarta sampe Makassar, cerita ini bikin kita mikir ulang soal keamanan pekerja gig economy kayak Grab. Mari kita breakdown detailnya biar clear, dari kronologi sampe respons Grab, sesuai fakta dari Aksaramuda.com! Latar Belakang Demonstrasi yang Berujung Chaos
Demonstrasi ini meledak sejak Kamis, 28 Agustus 2025, di berbagai wilayah Indonesia, dan nggak berjalan mulus alias ricuh. Menurut laporan resmi, aksi ini bikin lima mitra pengemudi Grab Indonesia jadi korban, termasuk yang lagi kerja antar orderan. Grab Indonesia bilang, ini musibah yang nggak bisa diganti duit, tapi mereka komitmen bantu keluarga. Gen Z, bayangin kalau kamu atau temenmu yang lagi side hustle sebagai driver, tiba-tiba kena dampak demo kayak gini – ini soal nyawa dan keamanan di tengah hiruk-pikuk sosial kita! Dua Tewas, Tiga Dirawat Intensif Dari lima korban, dua mitra pengemudi tewas secara tragis.
Pertama, Affan Kurniawan di Jakarta, yang meninggal dunia pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, gara-gara terlindas kendaraan taktis milik Brimob saat lagi nganter orderan. Kedua, Rusdamdiansyah di Makassar, tewas pada Jumat, 29 Agustus 2025, karena dikeroyok massa yang nuduh dia intel penyamar di tengah demo yang memanas. Sisanya, tiga driver lagi lagi dirawat di rumah sakit: Umar di RS Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, dan Budi Haryadi di RS Primajaya Makassar. Semua ini terjadi pas mereka lagi jalani tugas harian, nggak ada hubungannya langsung sama demo. Aksaramuda.com catat, ini nunjukin betapa rawannya pekerja lapangan di situasi krisis kayak gini. Respons Grab Indonesia: Duka Cita dan Santunan Langsung Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, ungkapin keprihatinan mendalam lewat konferensi pers virtual pada Minggu, 31 Agustus 2025. "Kami menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum," katanya. Grab sadar nggak ada angka yang bisa ganti nyawa, tapi mereka janji kasih santunan langsung ke keluarga korban. Lebih lanjut, Grab luncurkan program darurat buat lindungin mitra pengemudi di tengah aksi demo yang lagi dinamis. Ini bagian dari komitmen mereka buat kuatin sistem keamanan seluruh ekosistem Grab. Program Grab Respons Cepat (Gercep)
Baca Lainnya :
- Prabowo Tegas Perintahkan TNI-Polri Hajar Perusuh dan Penjarah!0
- PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI Gara-Gara Joget Viral di Tengah Demo Rakyat? 0
- NasDem Tindak Tegas: Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR RI0
- Muhammadiyah & PBNU Bertemu Prabowo: Serukan Persatuan dan Tenang0
- PDIP dan Gerindra Kompak Tuntut Stop Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta0
Langkah Proteksi untuk Driver Mulai 2 September 2025 sampe pemberitahuan lebih lanjut, Grab perkenalin program Grab Respons Cepat (Gercep) buat pastiin mitra aman. Lewat aplikasi Grab Driver, ada tiga kanal bantuan: Saluran Darurat Khusus di nomor 02123507032, HelpCenter Bantuan Tanggap Darurat, dan Layanan LiveChat di HelpCenter. "Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Grab mengambil langkah darurat terstruktur untuk memperkuat keamanan ekosistem dan tentunya mitra pengemudi kami," tambah Neneng. Gen Z, ini bisa jadi contoh bagus gimana perusahaan gig economy tanggapin isu sosial – tapi tetep, kita butuh regulasi lebih kuat dari pemerintah buat lindungin pekerja kayak gini. Dampak dan Pesan untuk Generasi Muda
Kisah tragis ini jadi wake-up call buat Gen Z yang aktif di gerakan sosial. Demo penting buat suarain aspirasi, tapi keamanan harus prioritas – jangan sampe pekerja biasa kayak driver Grab jadi korban tak terduga. Dari Aksaramuda.com, ini reminder: Di era digital, kita bisa amplifikasi isu lewat X atau IG tanpa harus risiko nyawa. Yuk, pantau terus berita kayak gini biar kita bisa dukung perubahan aman dan efektif, termasuk dorong perusahaan kayak Grab buat tingkatin proteksi!
Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor. Keywords: pengemudi Grab korban demo, driver Grab tewas demonstrasi, Affan Kurniawan terlindas Brimob, Rusdamdiansyah dikeroyok Makassar, santunan Grab Indonesia, program Gercep Grab, demo ricuh Jakarta 2025, korban demo Makassar, keamanan mitra Grab, Grab Respons Cepat, tragedi demonstrasi Indonesia 2025, suara Gen Z gig economy










