- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Prabowo Tegas Perintahkan TNI-Polri Hajar Perusuh dan Penjarah!

Keterangan Gambar : Prabowo gelar konferensi pers bersama pimpinan parpol di Istana (Rolando/detikcom)
Yo, Gen Z! Lagi asyik scroll X tentang demo chaos di Jakarta? Presiden Prabowo Subianto baru aja kasih perintah keras ke TNI dan Polri buat tindak tegas pelaku perusakan dan penjarahan yang bikin ricuh demo 28-31 Agustus 2025. Dari gedung DPRD dibakar sampai rumah pejabat kayak Sri Mulyani dan Ahmad Sahroni dijarah, situasi lagi panas! Tapi, Prabowo juga bilang: "Sampaikan aspirasi damai, pasti didengar!" Ini bukan cuma soal hukum, tapi juga panggilan buat kita, generasi muda, biar suara kita tetap kece tanpa anarkis. Yuk, kita bedah detailnya biar clear, dari perintah tegas Prabowo sampai pesan buat Gen Z!
Latar Belakang Situasi Chaos dan Perintah Prabowo
Demo besar-besaran di Jakarta dan beberapa kota lain meledak sejak 25 Agustus 2025, dipicu wacana kenaikan tunjangan DPR RI. Sayangnya, aksi ini berujung ricuh, bahkan tragis, kayak kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dilindas rantis Brimob 28 Agustus. Rumah pejabat, seperti Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, sampai Menteri Keuangan Sri Mulyani, jadi sasaran penjarahan. Gedung DPRD Kota Kediri juga dibakar massa. Menurut Aksaramuda.com, ini bukan cuma soal demo, tapi cerminan betapa marahnya rakyat sama ketimpangan. Di tengah situasi ini, Prabowo turun tangan, ngasih perintah tegas ke TNI dan Polri pada 31 Agustus 2025 di Istana Negara: “Ambil tindakan setegas-tegasnya terhadap perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah individu, dan sentra-sentra ekonomi, sesuai hukum yang berlaku!”
Kronologi Perintah dan Aksi Keras Prabowo
Semua mulai panas pas demo 28 Agustus berujung chaos. Prabowo langsung panggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bogor, Sabtu (30/8), buat evaluasi keamanan. Dia bilang aksi anarkis kayak pembakaran fasilitas umum dan penjarahan rumah nggak bisa ditoleransi, karena itu pelanggaran hukum. Minggu (31/8), di depan pimpinan partai politik, DPR, dan MPR, Prabowo tegas: “Aparat harus lindungi masyarakat dan fasilitas umum yang dibangun pake uang rakyat!” Dia juga soroti adanya tindakan yang mengarah ke makar dan terorisme, makanya TNI-Polri diminta nggak ragu-ragu bertindak. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin nambahin, tindakan tegas ini harus terukur dan sesuai SOP hukum. Gen Z, ini sinyal kuat: pemerintah dukung kebebasan berpendapat, tapi anarkisme? No way!
Baca Lainnya :
- PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI Gara-Gara Joget Viral di Tengah Demo Rakyat? 0
- NasDem Tindak Tegas: Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR RI0
- Muhammadiyah & PBNU Bertemu Prabowo: Serukan Persatuan dan Tenang0
- PDIP dan Gerindra Kompak Tuntut Stop Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta0
- Gedung Grahadi Surabaya Dibakar Massa! Ruang Kerja Wagub Emil Hangus, Barang Dirampok0
Dukungan buat Aspirasi Damai dan Langkah DPR
Meski tegas, Prabowo nggak anti-demo. Dia bilang, “Kami hormati kebebasan berpendapat sesuai United Nations International Covenant on Civil and Political Rights pasal 19 dan UU 9 Tahun 1998.” Dia minta masyarakat sampaikan aspirasi secara damai, dan janji: “Akan didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti.” Buat nunjukin komitmen, Prabowo minta DPR cabut tunjangan anggota dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri. Dia juga ajak pimpinan DPR undang mahasiswa dan tokoh masyarakat buat dialog. Menurut Aksaramuda.com, ini langkah strategis buat redam tensi, tapi pertanyaannya: cukup nggak buat balikin kepercayaan publik? Apalagi, isu penjarahan rumah pejabat bikin Gen Z di X rame banget diskusiin soal akuntabilitas!
Dampak dan Pesan untuk Generasi Muda
Kisah ini nunjukin dua sisi: kekuatan suara rakyat dan bahaya kalau demo kebablasan. Buat Gen Z yang aktif di medsos, ini reminder penting: kita punya power buat bikin perubahan lewat hashtag, postingan, atau aksi damai. Tapi, Prabowo juga kasih warning: jangan sampai kita diadu domba pihak yang pengen Indonesia chaos. “Mari jaga persatuan nasional. Indonesia di ambang kebangkitan, jangan mau dipecah belah!” katanya. Tragedi Affan dan penjarahan rumah pejabat kayak Sri Mulyani bikin kita harus mikir ulang: gimana caranya nyuarain aspirasi tanpa rugiin orang lain? Yuk, Gen Z, gunain kreativitas kita – dari bikin konten viral sampai diskusi serius – buat push pemerintah lebih transparan dan pro-rakyat!
Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor. Keywords: Prabowo perintahkan TNI-Polri, demo ricuh Jakarta 2025, penjarahan rumah pejabat, perusakan fasilitas umum, kematian Affan Kurniawan, aspirasi damai Gen Z, DPR cabut tunjangan 2025, kebebasan berpendapat Indonesia, aksi anarkis demo, Presiden Prabowo Subianto 2025, TNI-Polri tindak tegas.










