- Implementasi Teologi al Maun dalam Pemberdayaan Masyarakat
- Aisyiyah dan Pemberdayaan Perempuan: Kiprah Nyata Gerakan Perempuan Muhammadiyah di Abad Kedua
- Timnas Indonesia Pilih Hotel Jauh dari Stadion di Jeddah, Ada Apa?
- Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Siap Direhabilitasi Setelah Ditemukan Terlantar
- Prabowo Panggil Menhan dan Mendikti Saintek Usai Bertemu Jokowi 2 Jam
- Drama Wasit AFC Bikin Timnas Indonesia Geram! Ini Sikap Timnas Indonesia
- 10 Orang Terkaya Dunia Oktober 2025: Elon Musk Rebut Tahta, Bill Gates Terdepak!
- Siapa Bjorka, Hacker Otodidak 22 Tahun yang Bobol 4,9 Juta Data Bank? Ditangkap Polisi
- Turnamen Logika Matematika: Mahasiswa KKN 29 UMG Gelar Cerdas Cermat untuk Tingkatkan Nalar Siswa
- Inovasi Mahasiswa Pendidikan Matematika: Dua Media Satu Tujuan, Kolaborasi Alat Peraga dan GeoGebra
Prabowo Malu dengan Tingkah Immanuel Ebenezer Kasus Korupsi yang Bikin Geger Kabinet Merah Putih

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada acara APKASI Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025).(Dok. Sekretariat Presiden )
Aksaramuda.com - Yo, Gen Z! Bayangin lagi chill di TikTok, eh tiba-tiba muncul berita presiden kita sendiri malu berat gara-gara menterinya pakai baju oranye borgol tangan karena korupsi. Prabowo Subianto, presiden yang lagi fokus bangun negara, langsung spill kekecewaannya soal Immanuel Ebenezer alias Noel, yang jadi korban OTT KPK. Ini bukan drama politik biasa, tapi real talk tentang akibat korupsi yang bisa hancurkan karir dan keluarga. Buat kita generasi kreatif yang anti-korupsi, ini reminder keras: jangan khilaf, atau endingnya bisa viral tapi negatif. Mari kita bedah detailnya biar clear, dari background Noel sampe respons emosional Prabowo!
Latar Belakang Immanuel Ebenezer yang Bikin Heboh Immanuel Ebenezer, atau yang biasa dipanggil Noel, bukan orang sembarangan di dunia politik. Dia mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) di Kabinet Merah Putih Prabowo, dan anggota Partai Gerindra. Tapi, menurut Aksaramuda.com, Noel belum resmi jadi kader karena belum ikut pendidikan partai – alias "enggak keburu ikut kaderisasi." Backgroundnya menarik: dia orang yang dibilang "menarik" sama Prabowo sendiri, tapi sayangnya terjerat kasus korupsi pemerasan soal pengelolaan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Bayangin, Gen Z – ini menteri muda yang seharusnya jadi role model, tapi malah jadi contoh buruk soal khilaf manusia di era digital di mana segala sesuatu bisa ketahuan cepat lewat laporan PPATK atau Jaksa Agung.
Kronologi Kasus Korupsi yang Bikin Geger Drama ini meledak pas malam 20 Agustus 2025, waktu KPK lakuin operasi tangkap tangan (OTT) dan nangkap Noel. Dua hari kemudian, 22 Agustus 2025, KPK resmi tetapkan 11 orang sebagai tersangka, termasuk Noel (IEG), dalam kasus pemerasan terkait sertifikat K3. Ini jadi kasus pertama di Kabinet Merah Putih sejak Prabowo dilantik 20 Oktober 2024. Lebih parah lagi, pasca-OTT, KPK masih cari tiga kendaraan hilang dari rumah dinas Noel – misterius banget, kan? Gen Z, ini poin krusial: korupsi nggak cuma soal duit, tapi bisa bikin reputasi hancur dan keluarga ikut kena dampak, seperti yang dibilang Prabowo.
Baca Lainnya :
- Siapa Salsa Erwina Hutagalung? Influencer Muda yang Viral Tantang Debat Wakil Ketua Komisi III DPR 0
- Ahmad Dhani Diancam Diusir dari Rapat RUU Hak Cipta Gara-Gara Interupsi Ariel dan Judika0
- Bos Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Spill Suap Jaksa Rp 5 Miliar0
- Keluarga Diplomat ADP Akui Serahkan Bukti ke Penyidik hingga Kompolnas, Namun Belum Dipertimbangkan0
- KPK Sita Dua Motor Ducati Mewah Senilai Ratusan Juta dalam Operasi Tangkap Tangan Wamenaker0
Respons Prabowo Subianto yang Penuh Emosi dan Prihatin Prabowo nggak bisa diem aja. Pada 28 Agustus 2025, saat buka acara Apkasi Otonomi Expo di ICE BSD, Tangerang, Banten, dia langsung curhat kekecewaannya. "Apakah tidak ingat istri dan anaknya? Kalau tangannya diborgol pakai baju oranye, apa tidak ingat anak dan istrinya?" katanya dengan nada prihatin, nunjukin sisi humanis presiden kita. Dia juga bilang, "Dia anggota, dia belum kader. Kalau kader itu ikut pendidikan. Aduh dia enggak keburu ikut kaderisasi. Tapi tetap, tetap saya agak malu saya." Meski malu, Prabowo kasihan: "Sebetulnya orangnya itu menarik, mungkin dia khilaf. Saya kasihan kadang-kadang, tapi apa boleh buat." Respons ini bikin suasana lebih empati, tapi tetep tegas – Prabowo nggak bakal lindungin anggota partai yang korup, meski dari Gerindra.
Klarifikasi Peringatan Anti-Korupsi dari Prabowo Buat nggak salah paham, Prabowo tegasin dia udah sering banget ingetin menteri-mEnterinya soal korupsi, nggak cuma sekali-dua kali, tapi di setiap kesempatan, termasuk sebelum dan setelah pelantikan. "(Saya) dapat laporan dari Jaksa Agung, dapat laporan dari penegak-penegak hukum lain, 'Pak, datanya begini, Pak'. PPATK laporan. Saya ingatkan, tapi kadang-kadang khilaf manusia itu, mungkin," katanya. Klarifikasi ini tujuannya nunjukin komitmen Prabowo buat pemerintahan bersih, tapi juga akui kalau manusia bisa khilaf. Buat kita Gen Z, ini jadi pelajaran: transparansi dan peringatan dini penting banget di dunia politik yang sering penuh godaan.
Dampak dan Pesan untuk Generasi Muda Kisah Noel ini jadi sorotan besar, nunjukin kekuatan KPK dan komitmen anti-korupsi di era Prabowo. Meski nggak ada debat atau konfrontasi langsung, ini reminder buat kita semua: korupsi bisa bikin malu keluarga dan partai, apalagi di medsos di mana semuanya bisa viral. Noel sebagai figur muda di pemerintahan, nunjukin kalau skill dan posisi tinggi nggak cukup tanpa integritas. Buat Gen Z yang suka aktivisme digital atau bangun karir politik, yuk pantau terus isu kayak gini biar kita bisa dorong perubahan real dan hindari jebakan khilaf!
Sumber: Aksaramuda.com – Portal Berita Muda yang Spill Fakta Tanpa Sensor.
Keywords: Prabowo Subianto malu Noel, Immanuel Ebenezer korupsi, Noel borgol baju oranye, OTT KPK Noel 2025, kasus pemerasan Kemenaker, Prabowo ingatkan anti korupsi, Immanuel Ebenezer Gerindra, kronologi tersangka KPK, dampak korupsi keluarga, suara generasi Z anti korupsi Indonesia










